Apa Efek Memberikan Susu Formula pada Bayi Baru Lahir?

By | May 17, 2024

Pemberian susu formula pada bayi baru lahir dapat memberikan efek yang beragam pada kesehatan dan perkembangan mereka. Meskipun susu formula dapat menjadi alternatif bagi ibu yang tidak dapat menyusui atau memiliki kendala dalam menyusui, terdapat beberapa risiko yang perlu diperhatikan.

Meningkatnya Risiko Diare

Salah satu efek yang sering terjadi pada bayi yang diberikan susu formula adalah peningkatan risiko terjadinya diare. Studi menunjukkan bahwa bayi yang mengonsumsi susu formula memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan pencernaan seperti diare dibandingkan dengan bayi yang disusui secara eksklusif dengan ASI. Ini karena komposisi susu formula yang berbeda dan kurangnya antibodi alami yang ada dalam ASI untuk melindungi bayi dari infeksi.

Untuk mengurangi risiko ini, penting bagi para ibu yang memberikan susu formula pada bayi mereka untuk memastikan kebersihan botol susu dan air yang digunakan untuk persiapan susu formula. Menjaga kebersihan dan sanitasi dapat membantu mencegah kontaminasi bakteri yang dapat menyebabkan diare pada bayi.

Meningkatnya Risiko Infeksi

Selain risiko diare, pemberian susu formula juga dapat meningkatkan risiko infeksi pada bayi baru lahir. Susu formula yang tidak disiapkan atau disimpan dengan baik dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan infeksi pada sistem pencernaan atau saluran pernapasan bayi.

Penting bagi para orang tua untuk mengikuti petunjuk persiapan dan penyimpanan susu formula dengan benar. Pastikan untuk membersihkan dan mendisinfeksi botol susu dengan baik sebelum digunakan, serta menggunakan air yang aman dan bersih untuk melarutkan susu formula. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko infeksi dan menjaga kesehatan bayi.

Penyakit Telinga dan Paru-Paru

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa bayi yang diberikan susu formula memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit telinga dan paru-paru. Risiko radang telinga pada bayi yang diberikan susu formula dapat meningkat hingga 50 persen dibandingkan dengan bayi yang disusui eksklusif dengan ASI. Selain itu, risiko radang paru juga meningkat hingga 16,7 persen.

Penyebab pasti dari peningkatan risiko ini masih belum sepenuhnya dipahami. Namun, diduga bahwa perbedaan komposisi dan perlindungan antibodi antara susu formula dan ASI dapat berkontribusi terhadap risiko ini. Oleh karena itu, para orang tua perlu memperhatikan gejala-gejala penyakit telinga atau paru-paru pada bayi mereka dan segera berkonsultasi dengan dokter jika diperlukan.

Pemberian susu formula pada bayi baru lahir memiliki efek yang perlu diperhatikan. Risiko yang dapat timbul termasuk peningkatan risiko diare, infeksi, penyakit telinga, dan paru-paru. Untuk mengurangi risiko ini, penting bagi para orang tua untuk menjaga kebersihan dan sanitasi saat mempersiapkan dan memberikan susu formula. Selain itu, jika ada gejala-gejala yang mencurigakan, segera berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan yang tepat. Keputusan dalam memberikan susu formula atau ASI haruslah berdasarkan pertimbangan yang matang dan konsultasi dengan tenaga medis yang kompeten.