Apa Itu Gangguan Sensori pada Anak?

By | March 17, 2024

Gangguan sensorik atau Sensory Processing Disorder (SPD) atau Gangguan Proses Sensoris adalah suatu kondisi di mana sinyal sensorik yang masuk ke otak tidak ditafsirkan dengan respons yang tepat. Pada anak dengan SPD, respons terhadap rangsangan sensorik seperti suara, cahaya, sentuhan, atau bau bisa menjadi sangat intens atau bahkan tidak ada sama sekali. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk berfungsi sehari-hari.

Penyebab Gangguan Sensori pada Anak

Penyebab pasti gangguan sensori pada anak belum sepenuhnya dipahami. Namun, beberapa faktor dapat berperan dalam perkembangan kondisi ini, antara lain:

  • Gangguan perkembangan saraf: Gangguan sensori seringkali terjadi bersamaan dengan gangguan perkembangan saraf lainnya, seperti autisme atau gangguan perkembangan lainnya.
  • Keturunan: Ada bukti bahwa faktor genetik dapat mempengaruhi kemungkinan seorang anak mengembangkan gangguan sensori.
  • Kejadian traumatis: Beberapa kasus gangguan sensori pada anak terkait dengan pengalaman traumatis, seperti cedera kepala berat atau kejadian yang mengganggu sistem saraf.

Tanda dan Gejala Gangguan Sensori pada Anak

Anak dengan gangguan sensori mungkin menunjukkan berbagai tanda dan gejala, termasuk:

  • Hipersensitivitas: Anak cenderung memiliki respons yang berlebihan terhadap rangsangan sensorik tertentu. Mereka mungkin merasa terganggu oleh suara yang keras, cahaya terang, atau sentuhan ringan.
  • Hidrosensitivitas: Anak tidak merespons atau kurang sensitif terhadap rangsangan sensorik. Mereka mungkin tidak menyadari rasa sakit atau tidak merasa nyaman dalam suhu yang ekstrem.
  • Gangguan perhatian dan konsentrasi: Gangguan sensori dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk fokus dan memusatkan perhatian.
  • Kesulitan dalam berinteraksi sosial: Anak mungkin mengalami kesulitan dalam bermain dan berinteraksi dengan teman sebaya mereka karena kesulitan dalam memproses informasi sensorik.

Pengelolaan Gangguan Sensori pada Anak

Setiap anak dengan gangguan sensori dapat memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Pengelolaan yang efektif tergantung pada pemahaman yang baik tentang kondisi anak dan pemberian dukungan yang tepat. Beberapa strategi pengelolaan yang mungkin diterapkan antara lain:

  • Terapi sensorik: Terapi ini melibatkan pemberian rangsangan sensorik secara terkontrol untuk membantu anak memproses rangsangan sensorik dengan lebih baik.
  • Modifikasi lingkungan: Mengubah lingkungan fisik, seperti mengurangi kebisingan atau memberikan pencahayaan yang lebih lembut, dapat membantu mengurangi rangsangan yang berlebihan bagi anak dengan gangguan sensori.
  • Pendekatan terintegrasi: Pendekatan ini melibatkan kerja sama antara berbagai profesional, seperti terapis okupasi, fisioterapis, dan ahli lainnya, untuk memberikan perawatan yang komprehensif dan terkoordinasi bagi anak dengan gangguan sensori.

Perlunya Pemahaman dan Dukungan

Gangguan sensori dapat memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan anak dan keluarganya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua, pendidik, dan profesional kesehatan untuk memahami kondisi ini dan memberikan dukungan yang tepat. Dengan pemahaman yang baik dan pendekatan yang tepat, anak dengan gangguan sensori dapat mengembangkan kemampuan untuk mengelola rangsangan sensorik dan berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan sehari-hari.

Meningkatkan kesadaran tentang gangguan sensori dan menyediakan lingkungan yang mendukung bagi anak-anak dengan kondisi ini adalah langkah penting menuju inklusi yang lebih baik dan kesejahteraan anak-anak secara keseluruhan. Semua anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, termasuk anak-anak dengan gangguan sensori.