Apakah Anak Umur 8 Tahun Bisa Di Aqiqah?

By | April 4, 2024

Aqiqah merupakan salah satu ibadah yang penting dalam agama Islam. Ibadah ini dilakukan sebagai ungkapan syukur atas kelahiran seorang anak. Aqiqah dilakukan dengan menyembelih hewan tertentu dan membagi dagingnya kepada yang membutuhkan. Namun, ada pertanyaan yang sering muncul, apakah anak yang sudah berusia 8 tahun masih bisa di aqiqah?

Aqiqah: Sebuah Pengantar

Aqiqah adalah salah satu tradisi dalam agama Islam yang dilakukan untuk menyambut kelahiran seorang anak. Ibadah ini juga berfungsi sebagai tanda syukur kepada Allah SWT atas karunia yang diberikan. Aqiqah dilakukan dengan menyembelih hewan qurban, seperti kambing atau domba, dan kemudian membagi dagingnya kepada yang membutuhkan. Selain itu, aqiqah juga melibatkan pemotongan rambut anak yang baru lahir.

Secara umum, aqiqah dilakukan pada hari ke 7 setelah kelahiran anak. Namun, ada juga yang melaksanakannya pada hari ke 14 atau ke 21 setelah kelahiran. Pelaksanaan aqiqah ini tidak memiliki batasan usia tertentu, sehingga bisa dilakukan kapan pun seseorang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya.

Apa yang Dapat Dilakukan Jika Anak Sudah Berusia 8 Tahun?

Bagi orang tua yang belum melaksanakan aqiqah untuk anaknya yang berusia 8 tahun, masih memungkinkan untuk melakukannya. Tidak ada larangan dalam agama Islam untuk mengaqiqahi anak pada usia tersebut. Aqiqah dapat dilakukan kapan saja orang tua memiliki kemampuan untuk melakukannya.

Sebagai contoh, jika seorang anak telah melewati hari ke-7, 14, atau 21 setelah kelahirannya, orang tua masih diperbolehkan untuk melaksanakan aqiqah meskipun anaknya sudah berusia 8 tahun. Namun, penting untuk diingat bahwa semakin lama aqiqah ditunda, semakin lama pula ibadah ini belum dilaksanakan.

Pentingnya Melaksanakan Aqiqah

Melaksanakan aqiqah memiliki banyak manfaat dan hikmah yang dapat dirasakan oleh keluarga dan anak yang di aqiqahi. Berikut adalah beberapa alasan mengapa aqiqah penting dalam agama Islam:

  • Mengungkapkan rasa syukur: Aqiqah merupakan bentuk syukur kepada Allah atas kelahiran seorang anak. Dengan melakukan aqiqah, orang tua mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih kepada-Nya.
  • Membersihkan anak dari keburukan: Aqiqah juga diyakini dapat membersihkan anak dari keburukan dan dosa yang ada pada dirinya. Ibadah ini menjadi bentuk perlindungan dan doa dari orang tua untuk kebaikan anak mereka.
  • Mempererat tali persaudaraan: Dengan membagikan daging aqiqah kepada keluarga, tetangga, dan yang membutuhkan, aqiqah juga dapat mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar sesama muslim.
  • Menjadi contoh bagi anak: Melaksanakan aqiqah juga memberikan contoh yang baik kepada anak tentang pentingnya menjalankan ibadah dan berbuat kebaikan.

Apapun usia anak Anda, melaksanakan aqiqah tetaplah sebuah ibadah yang dianjurkan dalam agama Islam. Walaupun aqiqah biasanya dilakukan pada usia muda, seperti pada hari ke 7, 14, atau 21 setelah kelahiran, tidak ada larangan untuk mengaqiqahi anak yang sudah berusia 8 tahun. Yang terpenting adalah niat ikhlas dan kemampuan finansial untuk melaksanakan ibadah ini.

Jadi, jika Anda memiliki kemampuan materi dan belum melaksanakan aqiqah untuk anak Anda yang berusia 8 tahun, Anda tetap diperbolehkan untuk melakukannya. Ingatlah bahwa aqiqah adalah salah satu cara untuk menyambut dan mengungkapkan rasa syukur atas karunia Allah SWT.