Apakah Bayi Baru Lahir Bisa Tertawa?

By | February 9, 2024

Bayi yang baru dilahirkan memang terkadang akan bisa tertawa secara spontan, namun bukan karena merespons orang yang mengajaknya bercanda. Biasanya, bayi akan mulai banyak tertawa saat diajak bercanda setelah usianya genap 3 hingga 5 bulan.

Perkembangan Tertawa pada Bayi

Tertawa adalah salah satu kemampuan sosial yang penting dalam perkembangan seorang bayi. Tertawa adalah cara bayi berkomunikasi dan menunjukkan kegembiraan mereka. Namun, pada tahap awal kehidupan, bayi masih sedang beradaptasi dengan dunia di sekitarnya dan belum memiliki kontrol penuh atas gerakan dan reaksi tubuhnya.

Saat bayi baru lahir, mereka memiliki kemampuan refleks yang masih terbatas. Tertawa pada bayi yang baru lahir umumnya bersifat refleks dan mungkin tidak selalu terjadi dalam situasi yang sama seperti tertawa pada bayi yang lebih besar. Hal ini dapat terjadi saat bayi merasakan sentuhan atau rangsangan pada bagian-bagian tertentu, seperti perut atau leher. Meskipun tertawanya masih terbatas, hal ini merupakan bagian dari interaksi sosial awal yang penting antara bayi dan orang tua atau pengasuhnya.

Tertawa yang Berkembang seiring Pertumbuhan

Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi, kemampuan tertawa mereka juga berkembang. Pada usia sekitar 3 hingga 5 bulan, bayi mulai menunjukkan respon tertawa yang lebih aktif dan kontekstual. Pada periode ini, bayi mulai memiliki kontrol yang lebih baik atas tubuh mereka, termasuk wajah dan otot-otot yang terlibat dalam proses tertawa.

Bayi pada usia ini mulai menangkap humor dan situasi lucu di sekitar mereka. Mereka mulai memahami perilaku lucu dan bereaksi dengan tertawa. Orang tua dan pengasuh juga sering kali menggunakan berbagai ekspresi wajah, suara lucu, atau permainan fisik yang menggelikan untuk mengundang reaksi tertawa dari bayi.

Tertawa pada usia ini merupakan tanda perkembangan emosional dan sosial yang sehat pada bayi. Bayi mulai menunjukkan kebahagiaan dan hubungan emosional yang lebih kuat dengan orang tua atau pengasuhnya. Aktivitas ini juga membantu bayi dalam mengembangkan keterampilan sosial dan kemampuan berkomunikasi.

Manfaat Tertawa bagi Bayi

Tertawa pada bayi memiliki manfaat penting dalam perkembangan mereka. Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh oleh bayi melalui proses tertawa:

  • Hubungan Emosional: Tertawa membantu memperkuat hubungan emosional antara bayi dan orang tua atau pengasuhnya. Ketika bayi merasa senang dan terhibur, mereka merasa aman dan terhubung dengan orang yang merawat mereka.
  • Perkembangan Sosial: Tertawa melibatkan interaksi sosial antara bayi dan orang dewasa di sekitarnya. Saat bayi tertawa, orang tua dan pengasuh merespons dengan penuh kasih sayang, sehingga membantu bayi dalam mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi.
  • Pengembangan Kecerdasan: Tertawa dapat merangsang perkembangan otak bayi. Saat bayi tertawa, terjadi rangsangan di otak yang memperkuat koneksi antara sel-sel saraf. Hal ini dapat berkontribusi pada perkembangan kecerdasan dan keterampilan kognitif bayi.
  • Kesehatan Fisik: Tertawa juga memiliki manfaat kesehatan fisik. Saat bayi tertawa, terjadi pernapasan yang lebih dalam dan ritmik, sehingga membantu melatih otot-otot pernapasan dan meningkatkan sirkulasi darah.

Tertawa adalah kemampuan sosial yang penting dalam perkembangan bayi. Meskipun bayi yang baru lahir terkadang dapat tertawa secara refleks, tertawa yang berkembang seiring pertumbuhan mereka umumnya terjadi pada usia 3 hingga 5 bulan. Tertawa pada bayi memberikan manfaat dalam hubungan emosional, perkembangan sosial, kecerdasan, dan kesehatan fisik.

Jadi, jika Anda melihat bayi Anda tertawa, itu adalah tanda bahwa ia sedang merasa senang dan terhubung dengan Anda. Bermain dan bercanda dengan bayi Anda dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi perkembangannya.