Berapa Hari Bayi Tidak BAB?

By | April 10, 2024

Frekuensi buang air besar (BAB) pada bayi adalah hal yang penting untuk diperhatikan oleh para ibu. Setelah memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI), umumnya bayi akan buang air besar sebanyak 1-2 kali sehari. Namun, terkadang ada situasi di mana bayi tidak bisa BAB selama berhari-hari, dan hal ini dapat membuat ibu khawatir.

Mengatasi BAB Keras pada Bayi

Jika bayi mengalami kesulitan dalam buang air besar dan tinja yang keluar terasa keras, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh ibu untuk membantu memperlancar BAB bayi:

1. Memberikan Air Perasan Apel atau Plum

Anda dapat memberikan air perasan apel atau plum pada bayi untuk membantu melunakkan kotoran di dalam perutnya. Kandungan serat dalam buah-buahan ini dapat membantu melonggarkan tinja dan memperlancar proses buang air besar.

2. Menambahkan Serat dalam Makanan Bayi

Memperkenalkan makanan yang kaya serat dalam menu MPASI bayi juga dapat membantu mengatasi masalah BAB keras. Beberapa makanan yang mengandung serat tinggi antara lain pisang, pir, alpukat, brokoli, dan kacang-kacangan. Namun, pastikan makanan tersebut sudah sesuai dengan usia bayi dan diberikan dalam tekstur yang tepat.

3. Memberikan Minum yang Cukup

Pastikan bayi mendapatkan cairan yang cukup setiap harinya. Dehidrasi dapat menyebabkan tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Anda dapat memberikan ASI atau formula secara teratur, terutama saat cuaca panas atau bayi sedang sakit.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Ada beberapa kondisi yang perlu Anda perhatikan dan segera berkonsultasi dengan dokter jika bayi mengalami kesulitan BAB yang berkepanjangan. Beberapa tanda tersebut antara lain:

1. Bayi Tidak BAB Selama Lebih dari 3 Hari

Jika bayi tidak bisa buang air besar selama lebih dari 3 hari, segera konsultasikan dengan dokter. Hal ini dapat menjadi tanda adanya masalah yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis.

2. Perubahan drastis dalam Pola Buang Air Besar

Jika bayi sebelumnya memiliki pola BAB yang teratur namun tiba-tiba mengalami perubahan drastis, seperti tinja yang sangat keras atau sangat encer, segera hubungi dokter. Hal ini dapat menjadi indikasi adanya masalah pencernaan atau infeksi.

3. Bayi Terlihat Tidak Nyaman atau Merasa Sakit

Jika bayi tampak gelisah, rewel, atau terlihat merasa sakit saat buang air besar, segera periksakan ke dokter. Hal ini dapat menjadi tanda adanya gangguan pencernaan atau kondisi medis lainnya yang perlu ditangani dengan segera.

BAB yang teratur dan lancar merupakan hal penting dalam pertumbuhan dan kesehatan bayi. Jika bayi mengalami kesulitan dalam buang air besar, Moms dapat mencoba beberapa langkah seperti memberikan air perasan apel atau plum, menambahkan serat dalam makanan bayi, dan memastikan bayi mendapatkan cairan yang cukup. Namun, jika masalah berlanjut atau bayi menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. Pastikan selalu memperhatikan pola buang air besar bayi dan menjaga kesehatannya secara menyeluruh.