Berapa Lama Reaksi Alergi Susu pada Bayi?

By | February 26, 2024

Umumnya, alergi susu sapi pada bayi dapat menunjukkan berbagai gejala seperti masalah pencernaan, gangguan pernapasan, dan reaksi pada kulit. Namun, perlu diingat bahwa setiap anak mungkin menunjukkan ciri-ciri alergi susu sapi yang berbeda-beda. Beberapa gejala alergi susu sapi dapat terjadi dengan cepat, biasanya dalam rentang waktu 30 menit hingga 1 jam setelah bayi mengonsumsi susu sapi.

Gejala Awal yang Cepat Terlihat

Reaksi alergi susu sapi pada bayi dapat muncul dengan cepat setelah bayi mengonsumsi susu sapi. Beberapa gejala awal yang cepat terlihat antara lain:

  • Urtikaria (ruam merah dan gatal pada kulit) yang muncul secara tiba-tiba.
  • Bengkak pada wajah, terutama di sekitar mata, bibir, dan lidah.
  • Reaksi pernapasan, seperti sesak napas, napas berbunyi, atau batuk.

Apabila bayi menunjukkan gejala-gejala di atas setelah mengonsumsi susu sapi, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Gejala yang Muncul dalam Beberapa Jam

Selain gejala awal yang cepat terlihat, ada pula gejala alergi susu sapi pada bayi yang muncul dalam beberapa jam setelah mengonsumsi susu sapi. Gejala ini dapat mencakup:

  • Diare yang berlangsung lebih dari 2 minggu atau diare berdarah.
  • Masalah pencernaan, seperti muntah, nyeri perut, atau kembung.
  • Gangguan tidur, gelisah, atau sulit tidur.

Perlu dicatat bahwa setiap bayi dapat menunjukkan kombinasi gejala yang berbeda atau hanya mengalami beberapa gejala saja. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengamati dan mencatat gejala yang muncul pada bayi Anda untuk membantu dokter dalam mendiagnosis alergi susu sapi.

Reaksi Alergi Susu Sapi yang Lambat

Terkadang, reaksi alergi susu sapi pada bayi bisa muncul secara lambat, bahkan beberapa hari setelah bayi mengonsumsi susu sapi. Beberapa gejala yang mungkin timbul pada reaksi alergi susu sapi yang lambat antara lain:

  • Kulit kering, gatal, atau ruam yang menetap.
  • Eksim (dermatitis atopik) yang berulang atau tidak sembuh-sembuh.
  • Masalah pertumbuhan, seperti gagal tumbuh atau keterlambatan pertumbuhan.

Jika Anda mencurigai bahwa bayi Anda mengalami alergi susu sapi, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter dapat melakukan tes alergi atau merujuk Anda ke spesialis gizi untuk beralih ke formula susu yang cocok bagi bayi dengan alergi susu sapi.

Menjaga Kesehatan Bayi dengan Mencegah Alergi Susu Sapi

Untuk mencegah alergi susu sapi pada bayi, berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:

  • Menyusui eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.
  • Jika bayi tidak bisa disusui, konsultasikan dengan dokter mengenai pemilihan formula susu yang tepat.
  • Hindari memberikan susu sapi atau produk susu sapi pada bayi sebelum usia 1 tahun, kecuali atas petunjuk dokter.
  • Jika ada riwayat alergi susu sapi dalam keluarga, konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan susu sapi pada bayi.

Dengan menjaga pola makan bayi dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat membantu mengurangi risiko alergi susu sapi pada bayi.

Alergi susu sapi pada bayi dapat menunjukkan berbagai gejala, baik yang muncul dengan cepat maupun lambat setelah bayi mengonsumsi susu sapi. Setiap anak dapat menunjukkan ciri-ciri alergi yang berbeda-beda. Jika Anda mencurigai bayi Anda mengalami alergi susu sapi, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Dengan menjaga pola makan bayi dan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat membantu melindungi bayi dari alergi susu sapi dan menjaga kesehatannya.