Kapan Anak Belajar Corat Coret?

By | October 24, 2023

Anak-anak memiliki naluri eksplorasi yang kuat sejak usia dini. Salah satu bentuk ekspresi kreatif yang sering mereka lakukan adalah mencorat-coret di berbagai permukaan. Kegemaran ini sering kali membuat orang tua khawatir karena bisa merusak barang atau lingkungan sekitar. Namun, sebenarnya, mencorat-coret adalah bagian penting dalam perkembangan anak.

1. Proses Mencorat-coret sebagai Ekspresi Kreatif

Mencorat-coret adalah salah satu cara anak mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka yang belum bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dengan menggunakan pensil, crayon, atau cat air, mereka dapat mengeluarkan imajinasi dan kreativitas mereka secara visual. Aktivitas ini membantu mereka mengembangkan koordinasi mata dan tangan, meningkatkan kemampuan motorik halus, dan mengasah kemampuan pemecahan masalah.

2. Usia Anak saat Mulai Mencorat-coret

Menurut Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, umumnya, kegemaran mencorat-coret ini biasanya muncul sekitar anak berusia 1,5 tahun dan mulai berkembang saat ia berusia 2-4 tahun. Pada usia ini, anak-anak mulai menunjukkan minat mereka dalam bereksplorasi dan mencoba berbagai aktivitas dengan tangannya.

Mengapa Mencorat-coret Penting?

Mencorat-coret memiliki manfaat yang signifikan dalam perkembangan anak. Aktivitas ini memberikan mereka kesempatan untuk:

  • Mengembangkan Kreativitas: Mencorat-coret memungkinkan anak untuk mengeluarkan ide-ide kreatif mereka dan menggambarkannya dalam bentuk visual. Ini membantu mereka mengembangkan imajinasi dan kemampuan berpikir kreatif.
  • Mengasah Kemampuan Motorik Halus: Ketika anak mencorat-coret, mereka menggunakan gerakan tangan yang presisi untuk mengendalikan pensil atau crayon. Hal ini membantu meningkatkan kemampuan motorik halus mereka, seperti menggenggam dan mengontrol pena.
  • Meningkatkan Koordinasi Mata dan Tangan: Aktivitas mencorat-coret melibatkan koordinasi antara mata dan tangan. Anak belajar mengendalikan gerakan tangan mereka sambil melihat objek yang ingin mereka gambar.
  • Mengungkapkan Emosi dan Perasaan: Anak-anak seringkali belum mampu mengungkapkan perasaan mereka dengan kata-kata. Dengan mencorat-coret, mereka dapat menggambarkan emosi dan perasaan mereka secara visual.
  • Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah: Mencorat-coret juga melibatkan kemampuan anak untuk memecahkan masalah. Mereka harus memikirkan cara menggambarkan ide-ide mereka dan memilih warna yang sesuai.

Kapan Anak Belajar Corat Coret?

Moment penting dalam perkembangan anak adalah saat mereka mulai belajar mencorat-coret. Beberapa faktor yang mempengaruhi waktu ini termasuk:

1. Perkembangan Motorik Halus

Sebelum anak dapat mencorat-coret dengan baik, mereka perlu mengembangkan kemampuan motorik halus yang memadai. Ini mencakup kemampuan untuk mengontrol gerakan tangan dengan presisi, menggenggam pensil atau crayon dengan benar, dan mampu melacak garis-garis sederhana.

2. Minat dalam Bereksplorasi

Anak-anak yang mulai mencorat-coret umumnya sudah menunjukkan minat yang kuat dalam bereksplorasi dan mencoba hal-hal baru. Mereka mungkin mulai menunjukkan minat dalam menggunakan pensil atau crayon saat melihat orang dewasa atau teman sebayanya melakukannya.

3. Lingkungan yang Mendukung

Lingkungan di sekitar anak juga dapat mempengaruhi saat mereka mulai belajar mencorat-coret. Jika mereka memiliki akses ke alat tulis dan permukaan yang aman untuk mencorat-coret, mereka lebih cenderung mengembangkan minat dan keterampilan dalam aktivitas ini.

Pengembangan Kemampuan Mencorat-coret

Ketika anak mulai belajar mencorat-coret, penting bagi orang tua untuk memberikan dukungan dan bimbingan yang tepat. Berikut adalah beberapa tips untuk mengembangkan kemampuan mencorat-coret anak:

  • Sediakan Alat Tulis yang Sesuai: Berikan anak pensil atau crayon dengan ukuran dan bentuk yang sesuai untuk tangan mereka. Ini akan membantu mereka menggenggam alat tulis dengan lebih baik dan nyaman.
  • Pilih Permukaan yang Tepat: Pastikan anak mencorat-coret di permukaan yang aman dan mudah dibersihkan, seperti kertas atau papan tulis khusus. Hindari permukaan yang tidak boleh dicorat-coret, seperti dinding atau perabotan rumah.
  • Berikan Contoh dan Inspirasi: Tunjukkan pada anak contoh gambar sederhana dan beri mereka inspirasi untuk mencoba menggambar hal yang sama. Ini dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan dasar dalam mencorat-coret.
  • Beri Pujian dan Dorongan: Berikan pujian kepada anak ketika mereka mencorat-coret dengan baik. Dorong mereka untuk terus mencoba dan mengembangkan keterampilan mereka. Hindari mengkritik atau menghukum mereka jika hasilnya tidak sesuai harapan.
  • Libatkan dalam Aktivitas Mencorat-coret Bersama: Mencorat-coret dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan jika melibatkan seluruh keluarga. Melakukan kegiatan ini bersama-sama dapat memperkuat hubungan keluarga dan merangsang kreativitas anak.

Ingatlah bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Beberapa anak mungkin tertarik dan terampil dalam mencorat-coret pada usia yang lebih muda, sementara yang lain mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mengembangkan keterampilan ini. Penting untuk memberikan mereka waktu dan kesempatan untuk belajar dengan ritme mereka sendiri.

Mencorat-coret adalah bagian penting dalam perkembangan anak. Aktivitas ini memungkinkan mereka mengungkapkan kreativitas, mengembangkan keterampilan motorik halus, meningkatkan koordinasi mata dan tangan, serta memecahkan masalah. Penting bagi orang tua untuk memberikan dukungan dan bimbingan yang tepat saat anak belajar mencorat-coret. Dengan memberikan alat tulis yang sesuai, memilih permukaan yang aman, memberikan contoh dan dorongan, serta melibatkan anak dalam aktivitas mencorat-coret bersama, kita dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan ini dengan baik. Jadi, jangan khawatir jika anak Anda mulai mencorat-coret, itu adalah langkah penting dalam perkembangan kreativitas dan ekspresi mereka.