Kenapa Anak Sering Batuk dan Sesak Nafas?

By | February 1, 2024

Anak-anak sering mengalami batuk yang disertai sesak napas, dan salah satu kondisi yang dapat menyebabkannya adalah croup. Croup adalah kondisi yang terjadi akibat adanya infeksi pada pita suara (laring) dan batang tenggorokan (trakea). Kondisi ini biasanya terjadi saat anak mengalami flu yang disertai batuk kering. Batuk pada anak dengan croup cenderung terdengar seperti suara “berkucing” atau “sepet-sepetan”.

Croup umumnya disebabkan oleh virus, seperti virus parainfluenza. Virus ini menginfeksi saluran pernapasan bagian atas dan menyebabkan peradangan pada pita suara dan batang tenggorokan. Hal ini mengakibatkan penyempitan saluran napas dan munculnya gejala sesak napas.

Gejala Croup pada Anak

Gejala croup pada anak meliputi batuk yang terdengar seperti “berkucing” atau “sepet-sepetan”, sesak napas atau sulit bernapas, dan suara serak atau berat saat berbicara. Anak dengan croup juga dapat mengalami demam ringan, pilek, dan nyeri tenggorokan.

Gejala croup pada anak umumnya memburuk pada malam hari, dan kondisi ini dapat terlihat lebih parah pada anak-anak berusia di bawah lima tahun. Jika anak mengalami kesulitan bernapas atau gejala croup yang parah, segera cari perawatan medis.

Penanganan dan Perawatan Croup

Sebagian besar kasus croup pada anak dapat diatasi dengan perawatan di rumah. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala croup antara lain:

  • Membantu anak tetap tenang dan nyaman
  • Memberikan banyak cairan kepada anak untuk mencegah dehidrasi
  • Menghirup udara lembap atau menggunakan penghisap udara
  • Menghindari merokok atau paparan asap yang dapat memperburuk gejala
  • Memberikan obat pereda nyeri atau antipiretik jika diperlukan, sesuai anjuran dokter

Jika gejala croup pada anak semakin parah atau tidak membaik setelah beberapa hari, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter dapat meresepkan obat kortikosteroid untuk meredakan peradangan pada saluran napas anak.

Upaya Pencegahan Croup

Untuk mencegah terjadinya croup pada anak, ada beberapa langkah yang dapat diambil, seperti:

  • Membiasakan anak mencuci tangan dengan sabun secara teratur
  • Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, terutama jika orang tersebut mengalami flu atau batuk
  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan tempat tinggal anak
  • Memastikan anak mendapatkan imunisasi secara lengkap sesuai jadwal

Imunisasi, terutama vaksinasi Hib dan vaksinasi influenza, dapat membantu melindungi anak dari infeksi yang dapat menyebabkan croup.

Batuk pada anak yang disertai sesak napas atau croup dapat menjadi tanda adanya infeksi pada pita suara dan batang tenggorokan. Croup umumnya disebabkan oleh virus dan dapat menyebabkan batuk yang terdengar seperti “berkucing” atau “sepet-sepetan”, sesak napas, dan suara serak. Sebagian besar kasus croup dapat diatasi dengan perawatan di rumah, seperti menjaga anak tetap nyaman, memberikan cairan yang cukup, dan menghirup udara lembap. Jika gejala semakin parah atau tidak membaik, segera konsultasikan dengan dokter. Untuk mencegah croup, penting untuk menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, serta memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap.

Jaga kesehatan anak Anda dan perhatikan gejala yang muncul. Dengan penanganan yang tepat, anak dapat pulih dari croup dengan cepat dan kembali aktif seperti biasa.