Kenapa Bayi Menolak MPASI?

By | April 15, 2024

Di awal tahapan MPASI, kadang si Kecil membuat Mama bingung dengan menolak makan. Hal ini wajar terjadi karena bayi masih menyesuaikan diri dari peralihan tekstur makanan cair ke padat. Bisa jadi ia masih malas mengunyah makanan, sebab selama ini ASI yang masuk ke mulutnya lebih mudah untuk ditelan.

Mengapa Periode MPASI Penting?

Periode MPASI atau Makanan Pendamping Air Susu Ibu merupakan tahapan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Saat bayi mencapai usia sekitar enam bulan, tubuhnya mulai membutuhkan tambahan makanan selain ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. MPASI memberikan nutrisi tambahan yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan otak, tulang, dan sistem kekebalan tubuh bayi.

Kenapa bayi menolak MPASI? Ada beberapa alasan yang mungkin menyebabkan bayi menolak makanan padat pada tahapan awal MPASI. Mari kita lihat beberapa faktor yang berkontribusi dalam menentukan perilaku makan bayi saat memasuki tahap ini.

Penyesuaian terhadap Tekstur Makanan Baru

Seperti yang disebutkan sebelumnya, salah satu alasan bayi menolak MPASI adalah karena ia sedang menyesuaikan diri dengan perubahan tekstur makanan. Selama enam bulan pertama kehidupannya, bayi hanya diberi makanan cair seperti ASI atau susu formula. Peralihan tiba-tiba ke makanan padat dapat menjadi pengalaman baru yang mengejutkan dan mengganggu kenyamanannya.

Bayi mungkin perlu beberapa waktu untuk mengatasi perubahan tekstur makanan dan mempelajari cara mengunyah dan menelan makanan yang baru. Proses ini bisa memakan waktu dan kesabaran, jadi penting bagi orang tua untuk memberikan dukungan dan kesempatan yang cukup kepada bayi untuk belajar dan beradaptasi.

Prefrensi Rasa dan Aroma

Selain tekstur, rasa dan aroma juga dapat mempengaruhi apakah bayi menerima atau menolak makanan padat. Setiap bayi memiliki preferensi unik terhadap rasa dan aroma tertentu. Bayi mungkin lebih suka rasa manis atau asam, atau mungkin memiliki ketertarikan terhadap rasa tertentu yang berasal dari makanan tertentu.

Jika bayi tidak menyukai rasa atau aroma makanan yang baru diperkenalkan, kemungkinan besar ia akan menolak makanan tersebut. Orang tua perlu mencoba variasi rasa dan makanan untuk menemukan kombinasi yang disukai oleh bayi mereka. Menggunakan bahan-bahan alami dan segar dalam persiapan makanan juga dapat membantu meningkatkan cita rasa dan minat bayi terhadap makanan.

Strategi Mengatasi Penolakan MPASI pada Bayi

Meskipun menolak MPASI adalah hal yang umum terjadi pada bayi, ada beberapa strategi yang dapat Anda coba untuk membantu bayi Anda mengatasi penolakan tersebut. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  • Berikan Waktu yang Cukup: Bayi perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan makanan padat. Jangan terburu-buru atau memaksakan makanan pada bayi Anda. Berikan waktu yang cukup untuk bayi belajar dan beradaptasi dengan perubahan tekstur makanan.
  • Eksplorasi dengan Tekstur: Mulailah dengan makanan yang memiliki tekstur yang lembut dan mudah dikunyah. Anda dapat memulai dengan makanan yang dihaluskan atau diayak, kemudian secara bertahap meningkatkan kepadatan dan tekstur makanan seiring dengan perkembangan bayi.
  • Perkenalkan Beragam Rasa: Cobalah variasi rasa dan makanan untuk menemukan kombinasi yang disukai oleh bayi Anda. Gunakan bahan-bahan segar dan alami untuk meningkatkan cita rasa makanan dan minat bayi terhadap makanan tersebut.
  • Contoh dari Orang Dewasa: Bayi seringkali meniru apa yang dilihat orang dewasa lakukan. Cobalah untuk makan bersama dengan bayi Anda dan tunjukkan bagaimana Anda menikmati makanan. Hal ini dapat membangkitkan minat bayi untuk mencoba makanan yang sama.
  • Sabar dan Bersabarlah: Proses memperkenalkan MPASI kepada bayi membutuhkan kesabaran. Jangan frustrasi atau terlalu khawatir jika bayi menolak makanan pada awalnya. Terus memberikan dukungan dan kesempatan bagi bayi untuk mencoba makanan baru.

Mengapa Bayi Menolak MPASI?

Ada berbagai alasan mengapa bayi menolak MPASI. Beberapa alasan yang telah disebutkan sebelumnya termasuk penyesuaian dengan tekstur makanan baru, preferensi rasa dan aroma, serta proses pembelajaran bayi dalam mengunyah dan menelan makanan. Selain itu, beberapa faktor lain yang mungkin mempengaruhi penolakan MPASI pada bayi antara lain:

  • Gangguan pada Saluran Pencernaan: Beberapa bayi mungkin mengalami gangguan pada saluran pencernaan mereka yang membuat mereka merasa tidak nyaman saat makan makanan padat. Jika Anda mencurigai ada masalah kesehatan yang mendasari, penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak untuk evaluasi lebih lanjut.
  • Stres atau Kelelahan: Bayi yang stres atau kelelahan mungkin kurang berminat untuk makan. Jika bayi tidak tidur atau mengalami situasi yang stres sebelum waktu makan, mereka mungkin tidak akan merasa lapar atau tertarik untuk mencoba makanan baru.
  • Kurangnya Pengalaman Makan: Bayi yang jarang diberi makan makanan padat mungkin kurang terbiasa dengan tekstur dan rasa yang berbeda. Dalam hal ini, mereka perlu waktu dan kesempatan yang cukup untuk mempelajari dan terbiasa dengan makanan padat.

Untuk mengatasi penolakan MPASI pada bayi, penting untuk memperhatikan tanda-tanda kesehatan dan kenyamanan bayi Anda. Jika Anda memiliki kekhawatiran yang berkelanjutan tentang pola makan bayi atau jika bayi Anda menunjukkan gejala kesehatan yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan dokter anak Anda untuk mendapatkan nasihat profesional.

Melalui kesabaran, variasi, dan dukungan yang tepat, Anda dapat membantu bayi Anda melewati tahapan penolakan MPASI dan membantu mereka membentuk kebiasaan makan yang sehat dan positif sepanjang hidup mereka.