Manakah yang Lebih Baik Antara Saham Biasa dan Saham Preferen?

By | March 5, 2024

Saham adalah instrumen keuangan yang mewakili kepemilikan seseorang atas suatu perusahaan. Ada dua jenis saham yang umum diperdagangkan di pasar modal, yaitu saham biasa dan saham preferen. Kedua jenis saham ini memiliki perbedaan dalam hak-hak yang dimilikinya dan dapat berdampak pada keuntungan dan keuntungan yang diterima oleh para pemegang saham.

Saham Biasa

Saham biasa, juga dikenal sebagai saham ekuitas, adalah jenis saham yang umum diperdagangkan di pasar modal. Para pemegang saham biasa memiliki kepemilikan penuh atas perusahaan dan memiliki hak suara dalam keputusan perusahaan. Selain itu, pemegang saham biasa berhak mendapatkan dividen, yang merupakan bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Namun, dividen yang diterima oleh pemegang saham biasa bersifat tidak tetap dan dapat bervariasi tergantung pada kinerja perusahaan dan keputusan manajemen.

Keuntungan Saham Biasa:

  • Pemegang saham biasa memiliki potensi keuntungan yang lebih tinggi daripada pemegang saham preferen. Jika nilai perusahaan meningkat, nilai saham biasa juga akan meningkat.
  • Pemegang saham biasa memiliki hak suara dalam rapat umum pemegang saham dan dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan perusahaan.
  • Pemegang saham biasa dapat mendapatkan dividen jika perusahaan membagikan bagian dari laba kepada pemegang saham.

Namun, saham biasa juga memiliki risiko yang lebih tinggi. Jika perusahaan mengalami kerugian atau mengalami kebangkrutan, pemegang saham biasa berada di posisi terakhir dalam pemulihan aset. Pemegang saham biasa juga tidak diutamakan dalam pembagian dividen jika perusahaan mengalami kesulitan keuangan.

Saham Preferen

Saham preferen adalah jenis saham yang memberikan hak-hak istimewa kepada pemegangnya. Pemegang saham preferen memiliki prioritas yang lebih tinggi dalam pembagian dividen dan likuidasi aset perusahaan dibandingkan dengan pemegang saham biasa. Pemegang saham preferen umumnya dijamin untuk menerima dividen tetap, yang biasanya dibayarkan sebelum dividen saham biasa dibagikan.

Keuntungan Saham Preferen:

  • Pemegang saham preferen mendapatkan prioritas dalam pembagian dividen. Dividen yang dijanjikan akan dibayarkan kepada pemegang saham preferen sebelum pemegang saham biasa menerima pembayaran.
  • Pemegang saham preferen memiliki prioritas yang lebih tinggi dalam pembagian aset perusahaan jika perusahaan mengalami likuidasi.
  • Pemegang saham preferen memiliki kepastian pendapatan tetap dari dividen yang dijanjikan.

Walau memiliki keuntungan yang lebih tinggi dalam pembagian dividen dan likuidasi, pemegang saham preferen umumnya tidak memiliki hak suara dalam keputusan perusahaan dan tidak dapat berpartisipasi dalam rapat umum pemegang saham.

Manakah yang Lebih Baik?

Apakah saham biasa atau saham preferen yang lebih baik? Jawabannya tergantung pada preferensi dan tujuan investor. Jika investor mencari potensi keuntungan yang lebih tinggi dan ingin berpartisipasi dalam pengambilan keputusan perusahaan, saham biasa mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika investor menginginkan kepastian pendapatan tetap dan prioritas yang lebih tinggi dalam pembagian dividen, saham preferen bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Perlu diingat bahwa setiap perusahaan memiliki struktur modal yang berbeda, dan jenis saham yang ditawarkan mungkin juga bervariasi. Penting bagi investor untuk memahami karakteristik dan hak-hak yang terkait dengan masing-masing jenis saham sebelum melakukan investasi.

Saham biasa dan saham preferen adalah dua jenis saham yang memiliki perbedaan dalam hak-hak dan manfaat yang dimilikinya. Saham biasa memberikan hak suara dan potensi keuntungan yang lebih tinggi, sementara saham preferen memberikan prioritas dalam pembagian dividen dan likuidasi. Tidak ada jawaban yang pasti mengenai mana yang lebih baik di antara keduanya, karena itu tergantung pada preferensi dan tujuan investor. Pemahaman yang baik tentang perbedaan antara saham biasa dan saham preferen akan membantu investor membuat keputusan investasi yang tepat.

Pertimbangkan dengan cermat tujuan dan preferensi Anda sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam saham biasa atau saham preferen. Perbanyaklah pengetahuan Anda tentang instrumen investasi ini dan konsultasikan dengan profesional keuangan jika diperlukan. Investasi yang baik didasarkan pada pemahaman yang baik, penelitian yang matang, dan diversifikasi portofolio.